| JAGA KONSISTENSI | ||||
|
|
Masalah konsistensi memang sepertinya menjadi persoalan utama bagi Firdasari dalam perjalanan karirnya. Tekniknya hebat, dan ia sudah membuktikan diri mampu mengalahkan beberapa pemain kelas dunia, namun di lain hari ia justru tumbang dengan mudah di hadapan lawan yang sebenarnya kurang diunggulkan. “Itulah masalah yang ada dalam diri Firdasari. Ia seperti tertekan jika berada dalam posisi yang diunggulkan dan justru mampu bermain lepas melawan pemain yang di atas kertas lebih diunggulkan dibandingkan dirinya,” ujar Marleve Mainaky, pelatih tunggal putri. Memang pertandingan melawan Hirose bisa menjadi bukti. Melawan unggulan ketiga asal Jepang itu, Firdasari mampu bermain agresif dan menang hanya dalam tempo 34 menit, 21-17, 21-15. Kini, “penyakit lama” Firdasari benar-benar diuji lantaran di babak semifinal dia hanya menghadapi pebulu tangkis berperingkat 74 dunia asal Cina Taipei, Shao Chieh-Cheng. “Saya dan Firdasari terus berkoordinasi selama masa persiapan agar hal ini tidak muncul lagi. Dia hanya perlu percaya diri dan yakin, jangan sampai malah jadi terbebani,” kata Marleve memberi pesan. ***Untuk selengkapnya, baca di TopSkor hari ini (31 Juli 2010)*** |

.jpg)







TAIPA – Satu-satunya wakil Indonesia di nomor tunggal putri Grand Prix Gold Makau Terbuka, Adriyanti Firdasari, terus menghidupkan harapannya untuk bisa menjadi yang terbaik di ajang ini. Pemilik peringkat 29 dunia ini menembus babak semifinal usai menjungkalkan unggulan ketiga Eriko Hirose, Jumat (30/7). Di semifinal, Firdasari harus bisa menjaga konsistensi jika ingin perjalanannya tetap berlanjut.